Makassar,Warta Global.id — Bupati Enrekang Muhammad Yusuf Ritangnga bersama Plt Sekda Enrekang Zulkarnain Kara dan sejumlah pimpinan OPD menghadiri pertemuan dengan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman di rumah jabatan Gubernur Sulsel, Senin (18/5/2026).
Pertemuan tersebut turut dihadiri Aliansi Masyarakat Massenrempulu (AMPU) untuk membahas konflik agraria PTPN XIV, khususnya di Kecamatan Maiwa dan Cendana.
Dalam pertemuan itu, Gubernur Sulsel menyampaikan komitmennya mencari titik tengah antara kepentingan masyarakat dan pihak PTPN XIV.
Menurutnya, masyarakat menginginkan ruang hidup yang aman, nyaman, dan memiliki kepastian, sementara PTPN menjalankan amanat negara dalam mendukung visi kemandirian energi.
“Harapan kami kedua belah pihak membuka ruang komunikasi yang terbuka, jujur, berkomitmen, dan setara,” ujar Andi Sudirman Sulaiman.
Ia juga menegaskan pemerintah provinsi siap menjamin hasil kesepakatan para pihak melalui dokumen kenotariatan agar dapat dijalankan sesuai komitmen bersama.
“Harus ada solusi yang komprehensif agar seluruh tatanan kehidupan di lokasi dapat berjalan normal kembali,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator AMPU, Rahmawati Karim, mengatakan pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan yang jelas.
Menurut Rahmawati, AMPU berharap Gubernur Sulsel dan Bupati Enrekang menolak pembangunan pabrik sawit di Maiwa serta mendorong lahan kelola warga masuk dalam program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).
KALI DIBACA



No comments:
Post a Comment