
Enrekang,Warta Global.id-- Festival Literasi Enrekang 2026 yang diadakan oleh Dinas Perpustakaan (Dispustaka) menggelar acara Bedah Buku Filsafat Ilmu dalam Perspektif Pendidikan Islami, karya Dr. Ilham Kadir, MA.
Hadir sebagai pembedah adalah Dr. Ilham Kadir, sebagai penulis sekaligus Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca Enrekang (GPMB) dan Sekretaris Daerah, Dr. Zulkarnain Kara dipandu oleh Pegiat Literasi, Ilham MR. Hadir pula Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Andi Ridwan M.AP., serta para pejabat struktural, pustakawan, arsiparis, guru, mahasiswa, serta siswa-siswi SMK PGRI Enrekang. Para peserta yang datang dari berbagai latar belakang memenuhi ruangan pertemuan.
Acara diskusi buku tersebut merupakan rangkaian dari acara "Festival Literasi Massenrempulu 2026: Sinergi Literasi Untuk Enrekang Sejahtera". Berlangsung di Aula Pertemuan Dispustaka Enrekang, Jl. Bunga Walie, Galonta. Kamis (29/10/2026).
Pemandu acara, Ilham, mempersilahkan kepada Dr. Ilham Kadir, MA., Sebagai penulis buku untuk memaparkan latar belakang penulisan buku tersebut.
"Sebagai upaya untuk memberikan sumbangsih kepada negara, dengan menghadirkan buku yang dapat menjadi panduan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai amanat konstitusi, undang-undang dasar 1945, itu alasan utamanya," jelas Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Enrekang ini.
Selain itu, saya ingin menekankan bahwa setiap orang yang mampu berpikir normal pada hakikatnya telah berfilsafat. Sebab salah satu fungsi filsafat adalah mendorong manusia untuk mampu menganalisa berbagai persoalan.
Para pedagang yang mampu menghitung modal, keuntungan, operasional, dan kerugian sudah pasti berfilsafat karena sudah mampu menganalisa untung-rugi usahanya, jelas Sekum MUI Enrekang ini.
Ia juga menjelaskan bahwa aktivitas berpikir adalah ciri khas manusia, dan hanya dengan menggunakan metode filsafat manusia mampu berpikir baik, terarah, terstruktur, dan bahkan sampai pada inti sebuah persoalan. Begitulah filsafat bekerja.
Dan pada tahap tertentu, golongan yang telah menempuh pendidikan tertinggi yang disebut Ph.D atau doktor filsafat adalah mereka yang mampu menganalisa dan berpikir sampai pada akar sebuah persoalan dan mencari pemecahannya.
"Oleh sebab itu, buku Filsafat Ilmu dalam Perspektif Pendidikan Islami ini hadir sebagai dasar untuk memahami metode kerja filsafat lebih sistematis dan terarah," imbuh Ilham Kadir.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Enrekang, Dr Zulkarnain Kara, hadir sebagai pembedah dan pengulas memulai diskusi dengan mengatakan bahwa buku "Filsafat Ilmu dalam Perspektif Pendidikan Islami" ini, penulisnya, cukup berani.
"Sebab ia mampu menjadi jembatan antara pemikiran Barat, atau Yunani yang sekuler dengan pemikiran Timur atau Islam yang bersandar pada wahyu," jelasnya.
Dulu kala, sewaktu kami masih kuliah, pelajaran filsafat pasti bercorak sekuler atau menjadi lawan dari wahyu, sehingga terjadi dikotomi antara agama dan sains.
"Nah, buku ini menjadi menarik sebab mengajak para pembaca untuk berfilsafat di satu sisi tapi makin menambah keyakinan agama kita di sisi lain. Di sini letak beraninya penulis penulis buku ini," papar Dr. Zulkarnain.
Sebenarnya, teknologi yang kita nikmati saat ini tidak terlepas dari filsafat. Sebab para filsuf yang selalu berpikir sistemik untuk terus mencari kebenaran, lalu disambut oleh para saintis untuk menciptakan penemuan-penemuan hingga hari ini.
"Karena itu, saya sarankan agar buku ini dimiliki dibaca baik-baik, dipahami isinya. Dan ada satu bab di dalamnya yang membahas aksiologi, atau salah satu kajian filsafat, ia membuat relasi ilmu dan adab. Sebab memang ilmu tanpa adab, itulah yang melahirkan kolonialisme. Barat hebat dalam ilmu dan sains terapan, tapi adabnya hilang hingga terjadi penjajahan," lanjut Sekda Enrekang.
Ketua Ikatan Pustakawan Enrekang, Dr Irsan juga memberikan pandangan terkait diskusi buku ini.
"Dengan hadirnya buku Filsafat Ilmu dalam Perspektif Pendidikan Islami, seharusnya budaya literasi masyarakat kita, mulai dari pelajar, guru, mahasiswa, dosen terus meningkat. Dan diskusi terkait dengan ilmu pengetahuan dan filsafat jangan berhenti sampai di sini," jelas Dr. Irsan.
KALI DIBACA


No comments:
Post a Comment