
Enrekang,Warta Global.id-- Musyawarah Daerah Ke-IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan memilih kembali Prof. Dr. Najamuddin sebagai Ketua MUI untuk lima tahun ke depan.
Acara berlangsung di Hotel Power Point by Sheraton Makassar, 22-23 Agustus 2026. Dihadiri dari perwakilan MUI Wilayah, Kabupaten, Kampus Islam, dan Pondok Pesantren.
Selain Musyawarah Daerah untuk memilih dan menetapkan ketua MUI lima tahun mendatang, kegiatan ini juga membahas masalah-masalah keumatan yang harus direspon dengan fatwa MUI.
Namun yang menarik adalah proses pemilihan ketua, ldan Setelah melewati proses pemilihan yang cukup alot, dimulai dengan membentuk tim formatur yang terdiri dari 15 perwakilan. Masing-masing 4 orang dari Demisioner pengurus lama, 5 orang perwakilan MUI daerah, 1 perwakilan PW NU, 1 perwakilan PW Muhammadiyah, 1 PW Perti, 1 PW al-Washliyah, 1 utusan Perguruan Tinggi Islam, 1 utusan dari pondok pesantren di Sulawesi Selatan.
Lalu para anggota Tim Formatur bermusyawarah dan melahirkan keputusan pengurus sebagai berikut:
Dewan Pertimbangan, dengan menunjuk Prof. Dr. KH. Faried Wajedi sebagai Ketua Dewan Pertimbangan, dan Wakil Ketuanya masing-masing, Prof. Dr. Ambo Asse, KH. Drs. Nasrullah, Prof. Dr. KH. Hamzah Harun. Sekretaris Dewan Pertimbangan adalah Prof. Dr. KH. Rahim Razak.
Sedangkan Dewan Pimpinan (Pengurus Harian) adalah: Prof. Dr. KH. Najamuddin, MA., Wakietum I-III adalah: Prof. Dr. KH. M. Ghalib; Prof. Dr. KH. Mustari Bosra, MA.; Prof. Dr. KH. Muammar Bakry, MA..
Sekretaris Umum, Prof. Dr. H. Andi Marjuni, dan Bendahara Umum adalah Ir. H. Andi Tashwin Abdullah.
Dalam pidato iftitahnya setelah terpilih sebagai Ketua Umum, Prof. Najamuddin menyatakan bahwa dirinya sudah menawarkan kepada teman-teman para ulama untuk memimpin MUI Sulawesi Selatan.
"Tapi Tim Formatur meminta saya secara aklamasi untuk kembali memimpin, karena itu saya insya Allah siap," katanya.
Ia juga mengutip pidato Abu Bakar ketika selesai dipilih menjadi khalifah, "Kalau ada yang benar maka bantulah saya, kalau ada yang salah tolong saya dikoreksi".
Prof. Najamuddin juga menekankan bahwa kedudukan MUI adalah khadimul ummah, shadiqul hukumah, himayatul ummah atau pelayan ummat mitra pemerintah dan penjaga ummat dari praktik-praktik yang menyimpang dari syariat Islam
Dr Ilham Kadir menyampaikan bahwa Sebagai peserta Musda perwakilan daerah, menyampaikan bahwa periode kepengurusan MUI lima tahun lalu berjalan sangat baik dan dinamis.
"Buktinya MUI Sulsel menjadi salah satu dari lima MUI Nasional yang terbaik kinerja dan kepengurusannya," terang Sekum MUI Enrekang, Ilham Kadir.
Komisi fatwanya juga aktif merespon kebutuhan masyarakat. Sebab tugas ulama memang menyampaikan fatwa
Pembacaan doa penutup disampaikan oleh Dr. KH. Yusri Arsyad, dari Majelis Fatwa MUI Sulsel sekaligus pengurus Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Sulsel.
KALI DIBACA



No comments:
Post a Comment