
Enrekang, Warta Global.id — Kericuhan yang terjadi dalam turnamen mini soccer wanita KUGASPUL Cup 3 antara tim Cinta Damai (Biak) dan Angkasa Biru (Kalosi) di Lapangan Kalosi, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, ramai menjadi perhatian di media sosial.
Sejumlah video yang memperlihatkan insiden tersebut beredar luas. Peristiwa itu turut mendapat perhatian dari Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Askab PSSI Kabupaten Enrekang, Wahyudi Harto Basri.
Kepada Warta Global Sulsel, Jumat (28/8/2026), Wahyudi mengatakan pihaknya telah mengetahui kejadian tersebut melalui sejumlah video yang beredar.
Ia menyayangkan adanya tindakan kekerasan dalam pertandingan, terlebih salah satu pemain disebut mengalami cedera.
“Memang terlihat adanya tindakan kekerasan terhadap salah satu pemain sampai mengalami cedera, dan tentu kami sangat menyayangkan kejadian tersebut. Tindakan kekerasan dalam pertandingan tidak bisa dibenarkan,” ujarnya.
Meski demikian, Wahyudi menegaskan pihaknya belum ingin mengambil kesimpulan mengenai penyebab maupun awal mula insiden tersebut. Menurutnya, kronologi kejadian masih perlu diklarifikasi secara utuh.
Video yang beredar, kata dia, akan menjadi salah satu bahan dalam melihat kejadian. Namun, pihaknya tidak ingin menyimpulkan persoalan hanya berdasarkan potongan video atau informasi yang beredar di media sosial.
“Kami akan berkoordinasi dengan panitia dan pihak terkait untuk mengetahui kronologi sebenarnya. Kalau dari hasil klarifikasi nantinya memang ditemukan pelanggaran, tentu harus ada tindakan sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.
Wahyudi juga menyampaikan keprihatinannya terhadap pemain yang mengalami cedera dan berharap segera pulih. Ia mengimbau kedua tim agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik di luar lapangan.
“Menang kalah itu bagian dari pertandingan, tetapi keselamatan dan sportivitas harus tetap menjadi yang utama,” katanya.
Ia juga berharap panitia ke depan dapat memperketat pengawasan serta keamanan selama pertandingan. Selain itu, pemain dan ofisial diharapkan mampu mengendalikan emosi dan menyelesaikan setiap persoalan melalui mekanisme yang benar.
“Apa pun yang terjadi dalam pertandingan harus diselesaikan melalui mekanisme yang benar dan tetap mengedepankan sportivitas,” pungkasnya.
KALI DIBACA



No comments:
Post a Comment