Enrekang,Warta Global.id – Warga Dusun Benteng Banua, Desa Bambapuang, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, digegerkan dengan penemuan seorang pemuda yang meninggal dunia dalam kondisi tergantung di sebuah pohon di sekitar rumahnya, Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 17.20 Wita.
Korban diketahui bernama Muhammad Syawal (22), seorang karyawan Rumah Makan Sulis yang berdomisili di Jalan Poros Enrekang–Toraja, Dusun Benteng Banua, Desa Bambapuang.
Kapolsek Anggeraja AKP Eddy Siswoyo, S.Sos. membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diduga meninggal akibat bunuh diri.
"Setelah menerima laporan dari masyarakat, personel Polsek Anggeraja bersama jajaran Polres Enrekang langsung menuju lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara, memasang garis polisi, melakukan olah TKP, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi. Saat ini penyebab pasti peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan," ujar AKP Eddy Siswoyo.
Berdasarkan keterangan saksi, korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Febi yang melihat korban tergantung dari lantai dua rumahnya. Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada warga dan keluarga korban.
Keterangan dari pihak keluarga menyebutkan korban sudah jarang berada di rumah karena lebih sering tinggal di tempat kerjanya. Selain itu, tali jemuran berwarna hijau di depan rumah korban diketahui telah putus sejak Kamis (18/6/2026) sore, sehingga diduga korban telah meninggal sejak waktu tersebut.
Sementara itu, pemilik Rumah Makan Sulis tempat korban bekerja mengungkapkan bahwa selama sekitar satu bulan terakhir korban terlihat lebih sering menyendiri dan melamun. Korban juga diketahui sudah dua hari tidak masuk kerja.
Di lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa potongan tali berwarna hijau dan sebuah tangga aluminium yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Tim Identifikasi Satreskrim Polres Enrekang kemudian melakukan olah TKP sebelum mengevakuasi jenazah.
Jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka dan menjalani pemeriksaan luar oleh dokter dari Puskesmas Kotu. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi, sehingga korban langsung dimakamkan di TPU Kotu.
Polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut.
KALI DIBACA



No comments:
Post a Comment