Enrekang,Warta Global.id – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) menyampaikan keprihatinannya terhadap kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai berpotensi menambah beban ekonomi masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah.
Presiden Mahasiswa UNIMEN, Furqan, mengatakan bahwa kenaikan harga BBM tidak hanya berdampak pada meningkatnya biaya transportasi, tetapi juga berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok akibat bertambahnya biaya distribusi barang dan jasa.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat semakin menekan daya beli masyarakat yang saat ini masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Karena itu, pemerintah diminta mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan dari kebijakan tersebut.
Selain itu, Furqan juga menyoroti potensi meningkatnya konsumsi BBM bersubsidi. Ia menilai masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM non-subsidi kemungkinan akan beralih ke BBM bersubsidi karena perbedaan harga yang lebih terjangkau.
“Jika peralihan ini terjadi secara besar-besaran, maka bukan tidak mungkin akan terjadi antrean panjang di SPBU. Yang paling dikhawatirkan adalah berkurangnya akses masyarakat kecil terhadap BBM subsidi yang memang menjadi hak mereka,” ujar Furqan.
Ia menegaskan bahwa subsidi energi sejatinya ditujukan untuk melindungi masyarakat rentan serta menjaga daya beli rakyat. Oleh karena itu, pemerintah perlu memastikan distribusi BBM subsidi berjalan tepat sasaran melalui pengawasan yang ketat dan transparan.
Dalam pernyataan sikapnya, BEM UNIMEN mendesak pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan harga BBM yang dinilai berpotensi menambah beban ekonomi masyarakat. Selain itu, pemerintah bersama Pertamina diminta mengantisipasi kemungkinan lonjakan konsumsi Pertalite guna mencegah kelangkaan maupun antrean panjang di SPBU.
Furqan menambahkan, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal setiap kebijakan publik yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat sipil, organisasi kepemudaan, dan mahasiswa untuk bersama-sama mengawasi kebijakan energi agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.
“Energi adalah kebutuhan dasar masyarakat. Negara harus memastikan setiap kebijakan yang diambil tidak memperlebar kesenjangan sosial dan ekonomi. Kepentingan rakyat kecil harus tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Sebagai organisasi kemahasiswaan, BEM UNIMEN menyatakan akan terus menyuarakan aspirasi masyarakat serta mengawal berbagai kebijakan yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan rakyat.
KALI DIBACA



No comments:
Post a Comment