Enrekang, Warta Global.id — Aliansi Lingkar Tambang untuk kesekian kalinya menggelar aksi demonstrasi menuntut penolakan aktivitas pertambangan di Kabupaten Enrekang, Rabu (24/12/2025).
Aksi demonstrasi dilakukan di tiga titik, dimulai dari persimpangan lampu merah, kemudian bergeser ke Mapolres Enrekang, dan berakhir di Kantor DPRD Kabupaten Enrekang. Dalam orasinya di dua titik, yakni di simpang lampu merah dan di depan Kantor DPRD, massa aksi sempat menutup badan jalan sehingga menyebabkan antrean panjang kendaraan dan kemacetan dari dua arah.
Perwakilan Aliansi Lingkar Tambang, Misbah, dalam orasinya menyampaikan kekecewaan terhadap sikap DPRD Kabupaten Enrekang. Ia menilai DPRD belum melakukan rapat internal secara menyeluruh dengan seluruh anggota untuk mengkaji secara mendalam dasar penolakan tambang yang rencananya akan dijadikan rekomendasi dan dikirimkan ke kementerian terkait.
“Kami kecewa karena DPRD belum melakukan rapat internal dengan seluruh anggota DPRD untuk merumuskan dasar penolakan tambang secara kolektif dan resmi,” ujar Misbah di hadapan massa aksi.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Enrekang yang menjadi satu-satunya perwakilan DPRD yang menerima massa demonstrasi membenarkan bahwa rapat internal tersebut memang belum dilaksanakan. Ia menjelaskan bahwa sikap DPRD selama ini masih mengacu pada hasil rapat dengar pendapat (RDP).
“Kami berdasar pada hasil RDP yang dihadiri sekitar 20 anggota DPRD Kabupaten Enrekang. Dalam rapat tersebut, baik secara pribadi maupun fraksi, anggota DPRD sepakat menolak adanya aktivitas tambang di Kabupaten Enrekang,” jelasnya.
Namun demikian, Ketua DPRD menyatakan kesiapannya untuk mengakomodasi tuntutan massa aksi. Ia memastikan DPRD akan mengagendakan rapat internal secara menyeluruh.
“Jika rekan-rekan demonstran menginginkan rapat internal dengan seluruh anggota DPRD, maka kami agendakan pada hari Senin, 29 Desember 2025. Rapat tersebut rencananya akan dihadiri 30 anggota DPRD dengan mengundang perwakilan Aliansi Lingkar Tambang untuk bersama-sama merumuskan poin-poin penolakan tambang di Enrekang sebagai bahan rekomendasi yang akan dikirim ke kementerian,” tegasnya.
Aksi demonstrasi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan berakhir dengan tertib.(Sam)
KALI DIBACA



No comments:
Post a Comment