
Enrekang, Warta Global.id – Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat sinergi pembangunan keluarga di Kabupaten Enrekang melalui kegiatan silaturahmi bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk-KB) Kabupaten Enrekang serta para Penyuluh KB, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi tindak lanjut pelaksanaan Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) sebagai upaya mempercepat penurunan angka stunting dan memastikan Program Bangga Kencana berjalan optimal hingga tingkat desa dan kelurahan.
Dalam kesempatan itu, BKKBN Sulsel bersama Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla menyalurkan bantuan kepada keluarga berisiko stunting (KRS). Bantuan tersebut berupa bedah rumah layak huni bagi dua keluarga penerima manfaat, yakni Angga Pradana (32) dan Samuel Duma (54), serta bantuan pemenuhan kebutuhan dasar berupa beras, telur, dan minyak goreng.
Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup keluarga sekaligus mendukung pemenuhan gizi anak dan mempercepat upaya pencegahan stunting di Kabupaten Enrekang.
Kepala Disdalduk-KB Kabupaten Enrekang, Nurjannah Mandeha, SKM., M.Si., mengatakan bahwa penguatan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pembangunan keluarga di Enrekang yang memiliki wilayah terdiri atas 12 kecamatan dan 129 desa/kelurahan.
"Sinergi seluruh pemangku kepentingan sangat penting agar program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting dapat menjangkau seluruh masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Fatmawati, menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, pembangunan keluarga harus berjalan seiring dengan Grand Design Pembangunan Keluarga, Rencana Strategis (Renstra), serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang menjadi pedoman pelaksanaan program.
"Untuk menuju Indonesia Emas 2045, kita harus mengoptimalkan bonus demografi. Kualitas manusia yang unggul harus dipersiapkan sejak dari keluarga," kata Dr. Fatmawati.
Selain itu, dilakukan pula penyerahan intervensi Program GENTING kepada keluarga berisiko stunting yang memiliki baduta (bayi di bawah dua tahun) dan ibu pascasalin. Bantuan diserahkan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan didampingi Kepala Disdalduk-KB Kabupaten Enrekang, sekretaris dinas, Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Enrekang, serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) dari Desa Lewaja dan Kelurahan Puserren.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga, dan mitra seperti Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla, diharapkan upaya pencegahan stunting di Kabupaten Enrekang semakin efektif sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
KALI DIBACA



No comments:
Post a Comment